Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, memberi nilai untuk performa pasangannya, Gibran Rakabuming Raka, atas penampilan di debat cawapres 22 Desember lalu. Prabowo memberi nilai 9,9 untuk Gibran.
Awalnya, Prabowo mengatakan hanya Gibran yang berani berbicara soal hilirisasi saat debat cawapres.

«Satu-satunya paslon yang berani bicara hilirisasi, maaf, hanya paslon nomor 2. Iya kan?,» kata Prabowo dalam sambutannya slot88 login dibalas tepuk tangan oleh pendukung di Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/12/2023).

Prabowo mengatakan Gibran disebut anak ingusan dan diremehkan. Gibran juga dihina, diejek lantaran anak dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

«Mas Gibran yang dibilang anak ingusan, ya kan? Enggak ada apa-apanya, ya kan? Hanya karena anaknya Jokowi, dihina, diejek, iya kan? Anda ikuti kan?,» ujarnya.

«Iya,» jawab pendukung.

Prabowo mengatakan Gibran ternyata menunjukkan kemampuannya saat debat cawapres. Dia pun memberi nilai 9,9 atas performa Gibran saat debat cawapres.

«Ternyata tampil dengan, tampil menurut saya, kalau saya guru yang harus kasih nilai, saya kasih nilai 9,9 saudara-saudara. Kalau nilai 10, katanya hanya untuk Allah SWT, kan begitu,» jelasnya.

Prabowo mengakui dirinya kurang objektif. Sebab itu, Prabowo memilih Gibran sebagai wakil presiden pendampingnya meski anak muda dinilai kurang berpengalaman.

«Oke. Mungkin saya tidak objektif karena itu wakil yang saya pilih dengan penuh risiko, ya kan. Anak muda katanya kurang berpengalaman,» tuturnya.

Namun, Prabowo mengatakan jika memilih cawapres yang berpengalaman, belum tentu mendapat yang baik. Menurutnya, lebih baik memilih anak muda untuk dibina, dibantu, dan digembleng oleh orang tuanya yakni Jokowi.

«Tetapi waktu itu saya berpikir kalau saya pilih orang yang sangat berpengalaman, ya kalau pengalamannya baik, kalau pengalamannya adalah pengalaman korupsi bagaimana? Kalau pengalamannya selalu mengakal-akali rakyatnya sendiri bagaimana?,» ucapnya.

«Kalau pengalaman adalah justru menghamba, justru mengabdi kepada bangsa lain bagaimana? Hah? Mendingan kita milih anak muda yang masih bisa kita bina, kita gembleng, apalagi dibantu digembleng oleh orang tuanya sendiri saudara saudar sekalian,» tambahnya.

«Apalagi orang tuanya seorang pejuang merah putih, seorang yang membela rakyat indoensia. Apa salahnya saudara-saudara sekalian? Jadi kembali kami punya suatu peta, peta pelaksanaan yang kita sebut strategi transformasi bangsa menuju indonesia emas 2045,» pungkasnya.